Pengertian Komunikasi Menurut Harwood Adalah: 20 Penjelasan Santai : menurut.id

Halo semua, pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai pengertian komunikasi menurut Harwood. Sebagai seorang komunikator, Harwood memiliki pandangan yang cukup unik mengenai proses komunikasi. Mengenal lebih jauh mengenai pandangan Harwood mengenai komunikasi bisa membantu kita untuk mengasah kemampuan komunikasi kita. Berikut adalah 20 penjelasan santai mengenai pengertian komunikasi menurut Harwood.

1. Komunikasi tidak selalu harus melibatkan kata-kata

Menurut Harwood, komunikasi tidak selalu harus melibatkan kata-kata. Bahkan, di dalam situasi tertentu, terkadang komunikasi yang lebih efektif bisa terjadi tanpa adanya kata-kata. Misalnya, ketika kita melihat seseorang tersenyum, kita bisa memahami bahwa dia sedang bahagia tanpa perlu bertanya kepadanya.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apakah komunikasi selalu melibatkan kata-kata? Tidak, menurut pandangan Harwood, komunikasi tidak selalu harus melibatkan kata-kata.
Contoh komunikasi tanpa kata-kata? Ketika kita melihat seseorang tersenyum, kita bisa memahami bahwa dia sedang bahagia tanpa perlu bertanya kepadanya.

Komunikasi juga bisa terjadi melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau bahkan diam-diam. Oleh karena itu, ketika berkomunikasi dengan orang lain, kita juga perlu memperhatikan hal-hal di luar kata-kata yang bisa memberikan arti yang lebih dalam.

2. Komunikasi melibatkan dua atau lebih orang

Harwood mengatakan bahwa komunikasi selalu melibatkan dua atau lebih orang. Artinya, seseorang tidak bisa berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Dalam sebuah proses komunikasi, setidaknya ada dua pihak yang saling terlibat. Kita bisa menjadi pengirim pesan atau penerima pesan, namun kita tidak bisa menjadi keduanya sekaligus.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Bisakah seseorang berkomunikasi dengan dirinya sendiri? Tidak, menurut pandangan Harwood, komunikasi selalu melibatkan dua atau lebih orang.
Apa saja peran dalam proses komunikasi? Dalam sebuah proses komunikasi, setidaknya ada dua pihak yang saling terlibat, yaitu pengirim pesan dan penerima pesan.

Ini juga berarti bahwa dalam sebuah proses komunikasi, peran pengirim dan penerima pesan harus jelas. Pengirim pesan harus bisa menyampaikan pesannya dengan jelas dan mudah dipahami oleh penerima pesan, sementara penerima pesan harus siap menerima dan memahami pesan yang disampaikan oleh pengirim.

3. Komunikasi bisa bersifat formal maupun informal

Komunikasi bisa terjadi dalam berbagai bentuk, baik formal maupun informal. Komunikasi formal biasanya terjadi di dalam situasi-situasi resmi, seperti dalam rapat kerja, presentasi, atau pertemuan bisnis. Di sisi lain, komunikasi informal terjadi di luar situasi-situasi formal, seperti saat sedang ngobrol santai dengan teman atau keluarga.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa bedanya komunikasi formal dan informal? Komunikasi formal terjadi di dalam situasi-situasi resmi, seperti dalam rapat kerja, presentasi, atau pertemuan bisnis. Di sisi lain, komunikasi informal terjadi di luar situasi-situasi formal, seperti saat sedang ngobrol santai dengan teman atau keluarga.
Apa contoh situasi formal? Contoh situasi formal adalah rapat kerja, presentasi, atau pertemuan bisnis.

Meskipun komunikasi formal dan informal terlihat berbeda, namun keduanya sama-sama penting dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak bisa melarang komunikasi informal, karena komunikasi informal juga bisa membantu mempererat hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar kita.

4. Komunikasi melibatkan kode

Setiap pesan yang disampaikan dalam suatu proses komunikasi selalu menggunakan kode tertentu. Kode tersebut bisa berupa bahasa verbal, bahasa non-verbal, atau bahkan simbol-simbol tertentu. Kode ini digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa itu kode dalam proses komunikasi? Kode dalam proses komunikasi adalah media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan, seperti bahasa verbal, bahasa non-verbal, atau simbol-simbol tertentu.
Contoh kode dalam komunikasi? Contoh kode dalam komunikasi adalah bahasa verbal, bahasa non-verbal, atau simbol-simbol tertentu.

Penggunaan kode dalam komunikasi sangat penting, karena bisa membantu pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami oleh penerima pesan. Namun, perlu diingat bahwa setiap kode bisa berbeda makna antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung dari bahasa dan budaya masing-masing.

5. Komunikasi harus mengikuti aturan

Dalam komunikasi, terdapat aturan-aturan tertentu yang perlu diikuti. Aturan-aturan tersebut bisa berupa etika, kesopanan, dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Tanpa mengikuti aturan-aturan tersebut, pesan yang disampaikan bisa dianggap tidak sopan dan tidak efektif oleh penerima pesan.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa yang dimaksud dengan aturan dalam komunikasi? Aturan dalam komunikasi adalah etika, kesopanan, dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat dan harus diikuti agar pesan yang disampaikan bisa efektif.
Apa yang terjadi jika tidak mengikuti aturan dalam komunikasi? Jika tidak mengikuti aturan dalam komunikasi, pesan yang disampaikan bisa dianggap tidak sopan dan tidak efektif oleh penerima pesan.

Oleh karena itu, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memperhatikan etika dan kesopanan dalam setiap proses komunikasi yang kita lakukan. Hal ini akan membantu pesan yang kita sampaikan menjadi lebih efektif dan diterima oleh penerima pesan dengan baik.

6. Komunikasi terjadi dalam waktu dan tempat tertentu

Setiap proses komunikasi selalu terjadi dalam waktu dan tempat tertentu. Waktu dan tempat tersebut bisa mempengaruhi cara kita berkomunikasi dan efektivitas pesan yang kita sampaikan. Misalnya, saat sedang menghadiri acara formal, kita harus berkomunikasi dengan cara yang lebih sopan dan santun.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa yang dimaksud dengan waktu dan tempat dalam komunikasi? Waktu dan tempat dalam komunikasi adalah waktu dan tempat di mana proses komunikasi terjadi dan bisa mempengaruhi cara kita berkomunikasi dan efektivitas pesan yang kita sampaikan.
Bagaimana waktu dan tempat bisa mempengaruhi proses komunikasi? Misalnya, saat sedang menghadiri acara formal, kita harus berkomunikasi dengan cara yang lebih sopan dan santun.

Adapun waktu dan tempat yang kurang tepat bisa membuat pesan yang kita sampaikan kurang efektif atau bahkan salah dipahami oleh penerima pesan. Oleh karena itu, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memperhatikan waktu dan tempat dalam setiap proses komunikasi yang kita lakukan.

7. Komunikasi harus efektif

Harwood mengatakan bahwa tujuan dari komunikasi adalah untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan antara pengirim dan penerima pesan. Oleh karena itu, setiap proses komunikasi harus efektif dan bisa mencapai tujuan tersebut.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa tujuan dari komunikasi menurut Harwood? Tujuan dari komunikasi menurut Harwood adalah untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan antara pengirim dan penerima pesan.
Apa yang harus dilakukan agar komunikasi bisa efektif? Setiap proses komunikasi harus efektif dan bisa mencapai tujuan pemahaman yang saling menguntungkan antara pengirim dan penerima pesan.

Jika sebuah komunikasi tidak efektif, maka pesan yang kita sampaikan tidak akan diterima dengan baik oleh penerima pesan. Oleh karena itu, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memperhatikan efektivitas komunikasi yang kita lakukan.

8. Komunikasi bersifat dinamis

Setiap proses komunikasi bersifat dinamis, yang berarti bahwa pesan yang disampaikan bisa berubah-ubah dalam prosesnya. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan persepsi dan interpretasi antara pengirim dan penerima pesan.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa yang dimaksud dengan komunikasi dinamis? Komunikasi dinamis adalah proses komunikasi yang bersifat berubah-ubah karena adanya perbedaan persepsi dan interpretasi antara pengirim dan penerima pesan.
Mengapa proses komunikasi bisa berubah-ubah? Proses komunikasi bisa berubah-ubah karena adanya perbedaan persepsi dan interpretasi antara pengirim dan penerima pesan.

Oleh karena itu, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memperhatikan cara kita menyampaikan pesan dan memperhatikan bagaimana pesan kita diterima oleh penerima pesan. Jika ada perubahan dalam interpretasi atau persepsi, kita harus siap untuk mengakomodasi dan menyesuaikan pesan yang kita sampaikan.

9. Komunikasi membutuhkan feedback

Dalam setiap proses komunikasi, feedback dari penerima pesan sangat penting untuk memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan sudah diterima dengan benar. Tanpa feedback, kita tidak bisa memastikan apakah pesan yang kita sampaikan sudah efektif atau belum.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Mengapa feedback penting dalam proses komunikasi? Feedback penting dalam proses komunikasi untuk memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan sudah diterima dengan benar dan untuk memastikan efektivitas pesan yang kita sampaikan.
Apa yang terjadi jika tidak ada feedback dalam proses komunikasi? Tanpa feedback, kita tidak bisa memastikan apakah pesan yang kita sampaikan sudah efektif atau belum.

Maka dari itu, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memastikan bahwa feedback dari penerima pesan sudah didapatkan. Feedback bisa berupa pertanyaan, respons, atau bahkan ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Dengan mendapatkan feedback yang baik, kita bisa memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan sudah diterima dengan benar.

10. Komunikasi bisa berupa verbal atau non-verbal

Setiap proses komunikasi bisa berupa verbal atau non-verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata dan bahasa, sementara komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, atau bahkan diam-diam.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal? Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata dan bahasa.
Apa yang dimaksud dengan komunikasi non-verbal? Komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang dilakukan melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, atau bahkan diam-diam.

Kedua jenis komunikasi ini sama-sama penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang komunikasi non-verbal bisa lebih efektif daripada komunikasi verbal dalam menyampaikan pesan tertentu. Namun, sebagai komunikator yang baik, kita harus selalu memperhatikan bagaimana cara kita berkomunikasi dan apakah pesan yang kita

Sumber :